Cara Mendapatkan Uang dari Blog

Blogging tidak hanya untuk hobi. Jika dioptimasi, blog juga bisa menghasilkan.

Tapi hal ini tidak bisa dilakukan secara instan. Butuh investasi waktu, tenaga, dan juga pikiran.

Blog yang bisa menghasilkan uang juga harus memiliki konten menarik dan performa web blog yang andal. Dengan demikian blog tersebut bisa menjaring banyak traffic.

Traffic dari sebuah blog itulah yang bisa dimanfaatkan untuk mendapatkan uang. Ada banyak metode untuk bisa mendapatkan uang dari blog. 

Artikel berikut ini akan mengulas berbagai persiapan untuk membangun blog yang layak dan juga berbagai cara mendapatkan uang dari blog.

Bab 1: Persiapan

cara medapatkan uang dari blog
Sumber: Freepik

Beberapa waktu lalu ada banyak orang yang mendadak ingin jadi blogger. Tutorial cara menjadi blogger banyak diakses. Mereka tertarik karena diiming-imingi pendapatan besar hanya dengan kerja di rumah.  

Terlebih lagi cara membuat blog relatif mudah.

Padahal mencari penghasilan dari blogging bukanlah perkara mudah. Effortnya sangat besar. Selain itu, tidak semua blog bisa menghasilkan.

Sekarang, tren mencari uang dari blog tidak sepopuler dulu. Orang-orang lebih tertarik menjadi Youtuber. 

Apakah platform blog masih relevan? Apakah mencari uang dari blog masih bisa dilakukan? 

Meski popularitasnya sedikit menurun, blog masih tetap dibutuhkan. Konten blog yang berupa tulisan lebih fleksibel untuk dibuka dan tidak memakan paket data yang besar. 

Mencari uang dari blog juga masih bisa dilakukan. Tapi kamu butuh effort yang lebih besar. 

Blog yang dijalankan asal-asalan, kecil kemungkinan bisa menghasilkan. 

Ada sejumlah persiapan yang harus dilakukan sebelum blog mu layak untuk mendapatkan uang. 

#1. Menentukan Niche Blog

Ini adalah hal yang cukup tricky.

Jika serius ingin mencari uang dari blog, sekedar memilih topik yang jadi minatmu tidaklah cukup.

Ibarat berjualan sebuah barang, jika barangnya tidak diminati orang, pada akhirnya akan percuma.

Kamu harus bisa menentukan topik yang potensial. Potensial dalam hal ini bisa berarti banyak hal. Misalnya:

  • Topiknya berpotensi viral,
  • Topiknya memiliki market yang jelas dan cukup luas,
  • Topiknya menyasar audiens yang spesifik, tapi berpotensi melakukan transaksi,
  • Topiknya tidak musiman dan memiliki trend yang panjang.
  • dll.

Intinya topik tersebut memiliki peluang cukup besar untuk bisa di monetize. 

Bagaimana cara menemukan topik yang potensial? Riset. 

Manfaatkan Google Trends. Tools ini bisa membantumu mengetahui trend pencarian. Dari situlah kamu bisa mengidentifikasi topik yang diminati orang-orang.

Ada hal yang juga perlu dipertimbangkan yaitu pengetahuanmu. Pilih topik yang cukup kamu pahami. Tidak perlu jadi pakar, setidaknya cukup menguasainya untuk bisa membagi pengetahuan tersebut pada orang-orang.

Ada beberapa rekomendasi topik blog yang cukup potensial diantaranya: Traveling, Sport (sepak bola), parenting, digital marketing, lifestyle (anime, film, musik, dll.), politik, SEO, blogging, dll.

Selengkapnya baca tulisan saya di Rekomendasi Niche Blog Indonesia

#2. Konten Blog

Konten adalah nyawa dari sebuah blog. Hal ini perlu di develop secara serius. 

Seperti apa konten yang bagus? Pada dasarnya, suatu konten dianggap bagus jika bisa memenuhi kebutuhan audiens. Ada beberapa aspek yang setidaknya perlu dipenuhi:

  • Informasi yang disampaikan bisa menjawab permasalahan audiens, 
  • Ditulis dengan apik, informasinya jelas dan mudah dipahami, 
  • Disajikan dengan menarik misalnya dengan didukung elemen visual dan struktur (template) yang pas,
  • dll.

Hal di atas tentu saja tidak mutlak, tapi setidaknya bisa memberi sedikit gambaran.

Konten yang bagus akan jadi peluru yang andal. 

Audiens yang terpuaskan bisa kembali lagi ke blog mu. Kemungkinan besar blog mu akan dijadikan bahan rujukan. 

Lebih dari itu, para audiens pasti dengan senang hati merekomendasikan konten blog yang menarik pada orang lain. 

Untuk memudahkan promosi, buatlah variasi bentuk pada tiap konten. Sebuah konten yang sudah di post ke blog, selain berupa artikel, bisa dikonversi jadi beberapa bentuk. 

Misalnya, dibuat jadi gambar infografis, slide presentasi, atau video infografis, dll.

Hal ini memang butuh effort yang cukup besar. Tapi kegiatan promosi akan lebih dimudahkan. Dengan adanya variasi konten semacam ini, kamu bisa menjangkau banyak platform. 

#3. Konsistensi Update Konten

Konsistensi adalah perkara sulit. Bukan hanya dalam blogging. Apapun itu jika sudah diperhadapkan dengan tuntutan konsistensi pasti sulit sekali dilakukan.

Banyak blogger yang akhirnya gagal karena tidak bisa bertahan dengan tuntutan konsistensi.

Sebuah blog yang jarang update konten dan kontennya sudah tidak lagi relevan pasti ditinggalkan audiens. 

Jaga konsistensi update konten. Jika tidak mampu membuat sehari 1 konten, setidaknya dalam jangka waktu tertentu ada 1 konten yang diupdate. Paling tidak seminggu 2 kali.

Saat sudah memiliki penghasilan, lebih baik pekerjakan penulis artikel tambahan. Dengan demikian kamu bisa meningkatkan produksi konten dan menjaga konsistensinya. 

Selain konsisten mengupdate konten baru, konten lama juga harus di update. Ada beberapa kategori konten yang perlu dijaga relevansinya. 

Misalnya artikel tentang teknik SEO. Di situ menyebutkan beberapa teknik SEO, padahal ada teknik yang sudah tidak diizinkan Google. Nah, lebih baik perbaharui konten tersebut dengan informasi yang lebih relevan.

#4. Promosi Konten

Konten yang bagus akan jadi percuma jika tidak dipromosikan dengan baik.

Orang-orang tidak bisa secara ajaib menemukan kontenmu. Kamu harus bisa membuat konten tersebut lebih dekat dengan audiens. 

Bagaimana cara mempromosikannya? Manfaatkan social media.

Jadi blogger di era ini sudah sangat dimudahkan. Ada berbagai platform social media yang bisa dimanfaatkan untuk promosi konten blog mu. 

Berbagilah di forum atau grup yang relevan dengan topik kontenmu. Manfaatkan variasi konten yang sudah dibuat untuk menjangkau platform-platform spesifik.

Contohnya, mengupload konten dalam bentuk ppt ke Slideshare. 

Setiap kali melakukan promosi konten jangan lupa untuk mencantumkan link menuju blog mu. 

Jika ingin lebih meledak, gunakan fitur ads di social media. 

#4. Performa Web

Hal ini seringkali dikesampingkan, terutama oleh blogger pemula. 

Beberapa aspek yang berkaitan dengan performa web misalnya:

  • Kecepatan loading web blog,
  • UI (User Interface) atau desain tampilan blog. Hal ini berkaitan dengan aspek estetika.
  • UX (User Experience) atau desain pengalaman pengguna. Hal ini berkaitan aspek kenyamanan audiens saat membuka blog mu.
  • dll.

Performa web memiliki peran yang sangat krusial. 

Jika web blog mu memberikan pengalaman atau experience yang mengecewakan bagi audiens, SEO dan traffic mu bisa terdampak. 

Ada dua platform blog yang cukup populer yaitu Blogger dan WordPress. Jika ingin serius mengembangkan blog, saya sarankan menggunakan WordPress saja. WordPress kedepannya lebih mudah untuk dikembangkan.

#5. SEO

SEO adalah kepanjangan dari search engine optimization. Suatu upaya untuk mengoptimasi website sehingga bisa mendapat peringkat teratas pada hasil pencarian.

Mengapa SEO penting? SEO berperan besar terhadap traffic suatu web. 

Logikanya begini, saat audiens memasukan keyword di mesin pencari, web yang ada di halaman awal pasti yang berkesempatan besar untuk di klik. 

Ada sejumlah hal yang harus dilakukan untuk bisa menjalankan strategi SEO. Misalnya, optimasi keyword, sitemap, backlink, optimasi web, dll. Artikel ini tidak akan membahasnya secara detail. 

Jika strategi SEO yang kamu jalankan pada  kata kunci tertentu berhasil, traffic blog mu kemungkinan besar pasti meningkat. 

Nah, traffic inilah yang jadi tujuan utamanya. 

#6. Traffic

Traffic = penghasilan.

Blog ibarat sebuah media. Media bisa menghasilkan uang dari traffic. 

Promosi konten dan SEO pada dasarnya dilakukan juga untuk menjaring traffic.

Maka dari itu, jika blog mu belum bisa mencapai traffic minimal 500 pengunjung per-hari, lebih baik tidak usah bermimpi mencari uang dari blog. 

Jangan berpuas diri dengan lonjakan traffic akibat satu atau dua konten yang viral. Konsistensi adalah kuncinya. 

Upayakan supaya blog mu mendapatkan traffic tinggi secara konsisten dalam jangka waktu yang cukup lama. Jika sudah berhasil mempertahankan pencapaian tersebut, usahakan sebuah pengembangan.

dalam jangka waktu tertentu atur strategi supaya grafik kunjungan blog bisa menanjak. Hal ini menunjukan bahwa blog mu berkembang.

#7. Data Audiens

Jangan sepelekan hal ini.

Kamu pasti sering melihat beberapa blog memberikan konten secara gratis dengan syarat mengisi data diri. Data diri yang diminta biasanya nama, email, atau no handphone.

Data tersebut sangatlah berguna. 

Audiens yang rela mengisi data diri untuk mendapatkan konten eksklusif, sangat potensial untuk di prospek di masa mendatang. 

Hal tersebut menunjukan adanya kebutuhan dari sisi audiens. Di masa mendatang, kamu bisa melakukan direct marketing atau memasarkan produk ke audiens yang spesifik.

Hal ini sudah jadi hal lazim pada digital marketing. Jadi, saat sewaktu-waktu ingin menjual produk yang memiliki relevansi dengan niche blog, sudah ada sejumlah audiens yang bisa langsung ditawari.

Bab 2: Monetize

cara mendapatkan uang dari blog
Sumber: Freepik

Ada banyak cara untuk mencari uang dari blog. Berikut ini adalah beberapa cara yang sudah terbukti menghasilkan.

#1. Google Adsense

Google adsense adalah cara yang paling umum digunakan untuk menghasilkan uang dari blog. 

Google adsense menggunakan sistem PPC.

PPC atau pay per click adalah model periklanan online dengan banner yang dipasang dalam blog, pendapatan diperoleh dari setiap klik yang diperoleh. 

Jadi setiap ada orang yang mengklik banner iklan Google Adsense di blog mu, akan ada uang yang diberikan oleh Google.

Uang tersebut masuk di akun Google Adsense dan terus diakumulasi. 

Google sudah pasti membayarkan hakmu. Pencarian bisa dilakukan saat akumulasi uang di akun mu minimal $100. Pembayaran dilakukan antara tanggal 21-26 pada tiap bulannya.

cara mendapatkan uang dari blog
Sumber: Google.Support

Ada beberapa metode pembayaran yang bisa dilakukan oleh Google. Saya sarankan untuk menggunakan Western Union, lebih simple.

Untuk melakukan monetize menggunakan Google adsense, ada beberapa langkah yang perlu dilakukan:

  • Membaca syarat dan ketentuan, pastikan blog mu sudah sesuai dengan hal tersebut.
  • Mendaftarkan blog mu ke Google adsense. Tunggu sampai mendapat persetujuan. 
  • Setelah disetujui, Google akan memberikan kode JavaScript. Kode tersebut bisa disematkan di widget blog mu. Nanti, banner iklan dari Google adsense akan muncul di blog.

Penempatan kode iklan sangat berpengaruh terhadap klik yang bisa didapatkan. 

Beberapa lokasi yang cukup efektif misalnya setelah paragraf pertama artikel, di tengah artikel, di samping logo blog, dll.

#2 Affiliate Marketing

Affiliate marketing jadi cara lain yang tidak kalah populer dengan Google adsense.

Pada sistem affiliate marketing, kamu akan mendapatkan kode afiliasi dari perusahaan. Kode tersebut digunakan untuk mengarahkan audiens pada suatu transaksi. Jika audiens berhasil melakukan transaksi, pihak perusahaan akan memberikan komisi.

Kode tersebut bersifat unik. Setiap member yang ikut program afiliasi akan mendapatkan kode yang berbeda satu dengan yang lain. 

Perusahaan bisa  melacak setiap transaksi berasal dari kode afiliasi mana. Kemudian, mereka bisa membayarkan pada pemilik kode tersebut.

cara mendapatkan uang dari blog
Sumber: ReferralCandy

Secara umum, affiliate marketing dilakukan dengan ulasan produk. Jadi, kode afiliasi disematkan dalam artikel. 

Supaya lebih menarik, biasanya kode afiliasi disematkan dalam sebuah gambar. Gambarnya bisa berupa icon tombol atau banner iklan.

Ada banyak perusahaan yang menjalankan sistem ini. Pilih program afiliasi yang relevan dengan niche blog milikmu. Misalnya blog mu bertema “blogging”, program afiliasi dari perusahaan hosting merupakan pilihan tepat.

Beberapa perusahaan populer yang memiliki program afiliasi diantaranya: Zalora, Pegipegi, Booking, Orami, Lazada, Blibli, dll.

#3. Menjual Space Iklan

Hal ini cukup menguntungkan tapi juga cukup sulit.

Mengapa?

Tidak banyak perusahaan yang rela mengeluarkan sejumlah uang untuk memasang banner iklan di sebuah blog. Website judi yang biasanya cukup berani melakukannya.

Tapi hal tersebut cukup beresiko. Reputasi blog mu dipertaruhkan. 

Jika ingin menggaet bisnis atau perusahaan yang memang established, reputasi blog mu harus benar-benar bagus. Pun dengan traffic nya, harus benar-benar banyak.

Kamu bisa membuat media kit atau proposal menarik untuk mempromosikan space iklan di blog mu. Jelaskan tentang statistik dari blog mu. Kemudian berikan penawaran yang cukup menarik pada perusahaan.

Pastikan juga perusahaan yang kamu propose masih relevan dengan niche blog mu.

cara mendapatkan uang dari blog
Sumber: DmN CMS

Ingat, menjual space iklan sendiri berarti pengelolaannya harus dilakukan sendiri. Negosiasi harga, ketentuan iklan, dan hal administratif lain harus kamu kerjakan sendiri.

Di WordPress terdapat plugin AdSanity yang bisa sedikit membantu pekerjaanmu.

PR terbesarnya adalah mencari pengiklan yang potensial. Belum ada rumusan cara yang efisien. Kamu harus melakukan pendekatan pada perusahaan secara personal dan memberikan penawaran yang sama-sama menguntungkan.

#4. Postingan Bersponsor

Selain menawarkan space iklan, ada alternatif lain yang bisa ditawarkan, yaitu postingan bersponsor. 

Jadi prinsipnya, kamu membuat postingan yang mengendorse bisnis atau produk yang jadi sponsor. Hal ini biasa disebut dengan pay per post.

Secara umum, bentuk konten untuk sistem semacam ini berupa konten review. 

Karena postingan tersebut bersponsor, buatlah konten yang lebih premium. Alih-alih hanya sekedar artikel biasa, hadirkan juga infografis yang menarik.

Service premium semacam ini akan membuat calon pengiklan lebih tertarik.

#5. Menjual Produk 

Mencari uang dari blog tidak melulu berhubungan dengan iklan. 

Blog juga bisa dimanfaatkan untuk menjual produkmu sendiri. 

Beberapa produk yang umum dijual melalui sebuah blog misalnya:

Produk digital

Ada beberapa produk digital yang berpotensi untuk dijual melalui blog. Jenis produk digital yang saat ini cukup banyak ditawarkan misalnya: template undangan, template design, theme blog, plugin premium, dll.

Petakan dulu trend nya. Kira-kira produk digital apa yang demandnya cukup tinggi.

Contohnya, sekarang ini trend online shop sedang naik. Template design untuk online shop di instagram dan berbagai platform lain bisa coba kamu tawarkan.

Kamu bisa mencoba berbagai 

Ebook

Ebook sebenarnya masuk kategori produk digital juga. Tapi hal ini cukup spesifik, jadi saya pisahkan dalam pembahasan tersendiri.

Produk seperti ebook cocok untuk niche blog seperti blogging, digital marketing, programming, design, dl. Intinya hal-hal yang bersifat cukup teknis. Jadi produk ebook tersebut bisa berisi pembahasan yang lebih teknis dan spesifik.

Biasanya, postingan yang ada di blog hanya sekedar pembahasan basic. Hal yang dibahas hanya permukaannya saja. 

Nah, di ebook ini bisa dihadirkan pembahasan yang lebih premium. Pembahasannya dibuat komprehensif dan bisa memenuhi kebutuhan audiens.

cara mendapatkan uang dari blog
Sumber: Hotmart

Jika merasa cukup PD dengan pengetahuanmu, tidak ada salahnya membuat produk ebook. Tapi, pastikan produk tersebut benar-benar premium. 

Jika ebook tersebut kualitasnya setara dengan postingan blog secara umum, tidak akan ada audiens yang tertarik. Jika memang ada yang sempat membeli, pasti akan kecewa dan reputasi blogmu bisa dihancurkan dengan review negatif.

Merchandise

Merchandise jadi produk alternatif yang bisa dijual. Hal ini cocok untuk blog dengan niche lifestyle seperti anime, film, musik, dll.

Merchandise yang dijual bisa berhubungan dengan hal-hal tersebut. Tapi ingat, jika sudah bersinggungan dengan copyright utamakan jalur yang sesuai hukum. 

Lebih baik menjual merchandise resmi. Jika kamu memiliki desain yang lebih bagus,coba tawarkan sharing profit pada pemilik IP (intellectual property).

Produk barang

Beberapa niche blog seperti fashion, mainan dan sejenisnya cukup berpotensi untuk berjualan barang. Blog bisa digunakan jadi sarana marketing. Buat review di blog secara in depth supaya audiens lebih tertarik untuk membeli.

Beberapa daftar di atas hanyalah contoh saja. Tentu saja masih ada banyak jenis barang yang bisa dijual dari blog. Cobalah untuk lebih kreatif lagi menghadirkan produk yang relevan dengan audiens blog mu.

#6. Menjual Jasa

Jika kamu memiliki keterampilan yang layak untuk dijual, manfaatkan blog sebagai sarana jualan. 

Blog bisa jadi alat marketing untuk memajang portofolio. Di situ kamu bisa berbagi pengetahuan. Penawaran jasa bisa ditampilkan pada beranda, halaman khusus atau di dalam konten.

Menjual jasa menggunakan blog juga butuh relevansi. 

Jika blogmu banyak membahas tentang blogging, tawarkan jasa yang berkaitan dengan digital marketing, jadi content writer, konsultasi SEO, membuat web atau hal-hal sejenisnya.

Ada banyak jenis jasa yang bisa ditawarkan. Hal ini tidak terbatas dengan pekerjaan yang berhubungan dengan internet atau dunia digital.

Jasa desain arsitektur, tour guide, instruktur olahraga, dll juga bisa ditawarkan. Sesuaikan saja relevansinya dengan niche blog mu. 

Maka dari itu, di awal sudah saya tekankan, menentukan niche sangat penting. Perlu disesuaikan dengan keterampilanmu. Jadi blog tersebut fungsinya bisa dikembangkan lebih besar lagi.

#7. Menjual Kursus atau Pelatihan Online

Sekarang ini, trend kursus dan pelatihan online sedang naik.

Blog bisa dimanfaatkan sebagai tempat untuk menawarkan kursus atau pelatihan online yang kamu gelar sendiri.

Saat reputasi blog mu sudah terbangun dengan positif, orang-orang pasti lebih tertarik mengikuti kursus atau pelatihan online milikmu.

Saat ini ada beberapa platform yang menjual sejumlah kursus dan pelatihan. Penyelenggaranya mungkin sudah terkurasi, tapi bagaimanapun audiens tidak bisa mengetahui track recordnya. Kualitas kursus dan pelatihan yang diberikan tidak bisa diukur.

Bandingkan dengan dirimu yang sudah mengembangkan blog. Disitu ada banyak pengetahuanmu yang dibagikan. Jika reputasinya memang bagus, blogmu pasti memiliki audiens yang loyal. 

Sumber: PosterMyWall

Dari berbagai konten yang sudah dibuat dalam blog, audiens sudah memiliki gambaran tentang keterampilan dan pengetahuanmu. Mereka bahkan bisa mengukur bagaimana kualitasmu. 

Dengan demikian, saat menyelenggarakan kursus atau pelatihan, pasarmu sudah terbentuk. 

Saat ingin menyasar kalangan yang baru, konten-konten di blog mu bisa jadi portofolio berharga yang akan jadi bahan pertimbangan mereka.

Membuat kursus atau pelatihan online butuh effort yang cukup tinggi. Kamu perlu membuat konten pembelajaran baik materi video maupun ebook. 

Kemudian menyelenggarakannya secara live melalui video conference.

Selain itu, program mentoring juga membutuhkan investasi waktu. 

Tapi tenang saja, effort yang dikeluarkan akan setimpal dengan hasilnya. Kursus dan pelatihan online sudah terbukti berpotensi menghasilkan uang yang cukup besar.

#8. Flip Website

Cara ini cukup berbeda daripada cara-cara lainnya. 

Flip website pada dasarnya adalah menjual blog pada sebuah perusahaan. Blog tersebut kemudian diambil alih dan dibranding ulang.  

Jika kamu memang cukup handal dalam mengembangkan sebuah blog, sistem ini cukup menguntungkan.

Ada beberapa faktor yang bisa mempengaruhi harga jual suatu blog diantaranya:

Faktor-faktor yang mempengaruhi harga jual suatu website diantaranya:

  • Jumlah traffic dan konsistensinya,
  • Profit yang sudah dihasilkan dari blog,
  • Kestabilan pendapatan,
  • Potensi pertumbuhan blog,
  • Dll. 

Bab 3: Kenyataan yang Kamu Perlu Tahu

Sumber: Freepik

Di atas sudah dibedah tentang bagaimana menyiapkan blog yang bisa menghasilkan dan beberapa celah yang berpotensi menghasilkan uang dari blog.

Nah, beberapa kenyataan berikut ini juga perlu diketahui. 

Saya tidak ingin hanya berbagi hal utopis. Ada kenyataan pahit yang juga perlu dihadapi saat mencari uang dari blog.

# Butuh Investasi Waktu

Blog itu ibarat sebuah instrumen investasi. Hasilnya baru bisa dirasakan ketika blog sudah cukup mapan dengan traffic tinggi yang stabil dan reputasi yang positif.

Nah, untuk mencapai titik itu butuh waktu yang tidak sedikit. Selain waktu, tenaga dan pikiranmu juga akan tersita.

Jika uang sedang jadi hal yang urgent, lebih baik jangan mengharapkan penghasilan dari blog.

# Investasi Dana

Kamu bisa saja membuat blog gratis. Tapi blog gratisan tidak akan bisa dibawa kemana-mana.

Untuk mengoptimasi web blog saja butuh biaya untuk sewa hosting, sewa domain, beli plugin dan theme premium. 

Belum lagi untuk meningkatkan traffic butuh biaya promosi, optimasi SEO dengan tools premium, dll.

Hampir tidak ada cara mendapatkan uang dari blog tanpa modal. Intinya, jika serius ingin mencari uang dari blog, tetap perlu mengeluarkan modal uang. 

# Potensi Penghasilan

Sebenarnya, berapa penghasilan blogger yang ada dalam bayanganmu? Apakah blog bisa menghasilkan uang yang banyak? 

Tergantung. Seberapa besar traffic di blog mu dan seberapa kreatif dirimu memanfaatkan blog untuk mencari uang. 

Blogger pemula pada umumnya masih mengharapkan uang dari adsense. Di era ini, hal itu sudah tidak relevan. Penghasilan dari adsense tidak akan cukup untuk membayar effort yang sudah dilakukan.  

Di atas sudah di bedah beberapa celah yang berpotensi menghasilkan uang dari blogging. 

Celah yang paling potensial untuk menghasilkan uang dalam jumlah besar adalah saat dirimu bisa memanfaatkannya untuk berjualan produk. Entah itu produk berupa barang ataupun jasa.

Dengan kata lain, dirimu harus bisa memanfaatkan blog sebagai alat marketing. Hal inilah yang perlu dioptimasi potensinya. 

Penghasilan dari iklan bisa dijadikan sampingan saja.

Kesimpulan

Blogging jika dilakukan dengan sungguh-sungguh bisa menguntungkan. Namun, butuh waktu untuk bisa sampai titik tersebut. 

Mengembangkan sebuah blog tidaklah instan. Selain butuh waktu, dibutuhkan juga strategi tepat supaya blog memiliki kapasitas yang layak jual.

Blog tersebut harus memiliki konten berkualitas, performanya baik (kecepatan loading, keamanan, UI/UX, dll), diminati audiens dan memiliki traffic tinggi yang konsisten.

Setelah bisa mencapai titik tersebut, blog baru cukup layak untuk di monetize.

Ada beberapa cara untuk memonetize blog. Google adsense, affiliate marketing, menjual space iklan, pay per post, adalah cara umum yang digunakan blogger. 

Cara tersebut masih menghasilkan tapi potensi penghasilannya terlalu kecil. 

Sekarang, blogger bisa memanfaatkan blog sebagai alat marketing. 

Sumber penghasilan utamanya dari berjualan barang atau jasa. Tentu saja barang dan jasa yang masih relevan dengan niche blog. Potensi penghasilannya jauh lebih besar.

Artikel ini semoga bisa memberi wawasan yang bermanfaat. Jika ingin mencari uang dari blog, kamu harus siap dengan resikonya. Semoga artikel ini bisa sedikit membantu.