Apa itu SEO?

Apa itu SEO? SEO merupakan suatu praktik untuk mendorong web page supaya mendapatkan peringkat terbaik di SERP atau hasil penelusuran mesin pencari. 

Posisi terbaik di mesin pencari bisa meningkatkan jumlah trafik. Jumlah trafik yang tinggi dan konsisten bisa mendongkrak bisnis kamu.

SEO jadi elemen penting dalam digital marketing. Jika ingin bisnismu berjalan lancar di ranah online, hal ini harus bisa kamu pahami dan terapkan.

Artikel berikut ini akan memberikan panduan SEO bagi pemula. Dari artikel ini kamu bisa belajar mengenal SEO dan mengetahui faktor-faktor apa saja yang butuh dikelola dalam menjalankan strategi SEO.

Bab 1: Mengenal SEO & Mesin Pencari

SEO merupakan kepanjangan dari Search Engine Optimization. Jadi pada dasarnya hal ini berhubungan dengan mesin pencari.

Saat membahas SEO, kita juga harus membahas mesin pencari. 

Strategi SEO bisa dijalankan jika kamu sudah memahami algoritma mesin pencari.

Saat menjalankan SEO, kamu harus bisa bersabar. Hal ini tidak bisa dijalankan dengan instan.

Strategi SEO dibangun dari setiap perubahan kecil di berbagai sisi situs web. Setiap perubahan kecil itu kemudian digabungkan. 

Optimasi yang awalnya hanya hal kecil saat digabungkan akan memberikan dampak yang besar. 

Sebelum membahas apa itu SEO secara lebih luas, pada bab ini saya akan membahas informasi dasar tentang SEO. 

Definisi SEO

SEO adalah praktik optimasi website supaya mendapat posisi terbaik pada hasil penelusuran mesin pencari. 

Pada dasarnya, praktik ini dilakukan untuk meningkatkan trafik. Menerapkan strategi SEO akan membuat halaman web lebih mudah dijangkau oleh audiens. 

Sebuah halaman web yang berhasil menempati ranking teratas hasil pencarian, bisa menjaring trafik organik lebih banyak. 

Mengapa SEO Penting?

Ada beberapa jalan utama untuk menjaring trafik web, diantaranya: share di media sosial, iklan berbayar, dan mesin pencari.

Sebagian besar trafik berasal dari mesin pencari. Meski demikian, kamu perlu mengelola ketiga sumber tersebut.

Jika kamu bisa menjalankan strategi SEO dengan baik, kamu bisa menjaring trafik organik. Trafik organik adalah trafik yang dihasilkan secara natural, tanpa iklan berbayar.

Trafik organik bisa lebih konsisten, bertahan lebih lama. 

Saat trafik tinggi berhasil didapatkan secara konsisten, web bisa lebih mudah diuangkan. (Baca: Cara Mendapatkan Uang dari Blog)

Jika web berhubungan dengan suatu bisnis, trafik yang tinggi bisa lebih mudah dikonversi jadi transaksi. 

White Hat SEO vs Black Hat SEO

Strategi SEO secara umum dikategorikan jadi dua tipe, yaitu White hat SEO dan Black hat SEO.

White hat SEO adalah strategi SEO yang sesuai dengan aturan mesin pencari. Optimasi dilakukan tanpa kecurangan. 

Black hat SEO adalah strategi SEO yang tidak sesuai aturan mesin pencari. Ada sejumlah “trik” yang dilakukan dalam praktik optimasinya. 

Strategi black hat SEO juga tidak jarang berkaitan dengan serangan terhadap website lain. Membuat website lain rankingnya drop bahkan hilang dari hasil penelusuran Google.

Lebih baik hindari strategi black hat SEO. Google sudah lebih pintar sekarang. Jika terdapat indikasi kecurangan, websitemu bisa mendapat sanksi.

Menyerang website lain juga merupakan tindakan tidak etis. Jangan sampai hal tersebut jadi bumerang buat dirimu. 

Lebih baik optimalkan websitemu dengan strategi yang sesuai dengan ketentuan.

SEO On Page & SEO Off Page

Secara umum, tipe SEO dibagi dalam 2 kategori yaitu 

1. SEO On Page

Seperti namanya, SEO On Page dijalankan dalam situs web. Hal-hal yang dioptimasi masih dalam lingkup situs web mu. 

Beberapa hal yang masuk kategori ini misalnya: keyword research, membuat sitemap, memperbaiki URL yang error, memperbaiki broken link, pagespeed, UI/UX, dll.

2. SEO Off Page

Hal yang dioptimasi berada di luar situs. SEO off Page lebih dekat ke arah promosi. Jadi hal ini berhubungan dengan bagaimana kamu menyebar luaskan situs web mu.

Selain itu, link building juga masuk dalam tipe ini.

Kedua jenis ini harus sama-sama dioptimalkan. 

Ibarat sebuah rumah, baik bagian dalam maupun bagian luar harus sama-sama diperhatikan. 

Jika berhasil mengoptimalkan keduanya, websitemu bisa menempati posisi terbaik di mesin pencari. Selain itu, traffic yang didapatkan juga bisa lebih banyak dan berkualitas.

Bagaimana Mesin Pencari Bekerja

Sumber: Freepik

Search engine atau mesin pencari ibarat sebuah perpustakaan di era digital. Tempat ini menghubungkan orang-orang pada sumber pengetahuan atau informasi.

Jika perpustakaan menghubungkan orang-orang pada buku, mesin pencari menghubungkan pada halaman web.

Kamu hanya perlu memasukkan kueri atau kata kunci. Mesin pencari akan bekerja dan memberikan hasil pencarian dengan konten yang paling relevan. 

Mesin pencari bekerja berdasarkan algoritma. Algoritma tersebut berisi sejumlah ketentuan yang akan mengatur kerja mesin pencari. Algoritma dikembangkan sedemikian rupa supaya bisa memberikan hasil pencarian yang memuaskan user.

Bagaimana algoritma bekerja? Tidak ada yang tahu secara pasti kecuali pengembang dari search engine. 

Nah, karena Google adalah mesin pencari yang paling umum digunakan, kita akan mengacu pada Google.

Di halaman ini, Google memberikan “kisi-kisi” tentang bagaimana algoritma Google bekerja.

Mesin pencari bekerja dalam 3 step, yaitu:

1. Perayapan (Crawling)

Crawling merupakan proses mesin pencari untuk menemukan konten di internet. Setiap sudut internet dijelajahi untuk mengupdate katalog halaman web. 

Semua halaman web tidak ditampung dalam satu pusat data. Jadi Google secara terus menerus menelusuri internet untuk mengupdate katalog halaman. Setiap halaman yang berhasil ditemukan akan masuk dalam jajaran katalog halaman. 

Google bisa menemukan halaman baru dari sitemap yang dikirimkan oleh pemilik situs. Selain itu, Google juga bisa menelusuri backlink yang berasal dari halaman terindex (sudah masuk katalog).

Setelah URL halaman berhasil ditemukan, Google akan meng-crawl halaman tersebut. Isi halaman akan ditelusuri. 

Halaman dirender dan dianalisis kontennya baik teks, visual, maupun lokasi halaman dalam situs web. 

2. Pengindeksan (Indexing)

Pada tahap ini, Google akan berusaha memahami isi halaman. Halaman tersebut membahas tentang apa.

Setiap konten akan dianalisis. Konten gambar dan video yang disematkan pada halaman juga akan disusun dalam katalog. 

Seluruh informasi tersebut kemudian disimpan dalam indeks Google. Indeks Google merupakan sebuah database besar milik Google.

3. Pemberian Peringkat (Ranking)

Ketika kamu menginput kata kunci,  Google akan bekerja untuk menemukan jawaban yang paling relevan. Google akan mencari di data indeksnya. 

Pada proses pencarian ini, Google mempertimbangkan banyak faktor untuk memberikan hasil terbaik. Tidak hanya jawaban yang paling tepat, tapi juga user experience terbaik (berkaitan dengan performa web).

Beberapa hal yang jadi pertimbangan dalam pencarian misalnya: lokasi, bahasa, dan perangkat pengguna (desktop atau ponsel). 

Jadi, hasil penelusuran untuk “bengkel mobil” bagi user di Jakarta dan Bangkok akan berbeda.

Pemberian peringkat dilakukan secara terprogram. Hal tersebut bisa dicapai dengan strategi SEO yang tepat.

Bab 2: Optimasi untuk Mesin Pencari Google

Ada banyak faktor peringkat yang digunakan oleh Google. 

Jika ditelusuri secara spesifik, ada lebih dari 10 ribu faktor yang digunakan. Hal tersebut digunakan oleh Google supaya hasil pencariannya benar-benar menjawab kebutuhan audiens.

Tidak ada yang tahu keseluruhan faktor tersebut. Tapi ada banyak praktisi SEO yang berhasil merumuskan beberapa faktor.

Google juga tidak menutup mata akan hal ini. Komunitas SEO turut dibantu dengan sejumlah panduan. Ada panduan untuk pemula yang dihimpun dalam halaman ini dan juga Webmaster Central Help Forum

Sebagai permulaan, ada poin penting yang perlu kamu ketahui:

Google memberi peringkat pada “halaman web”, bukan “situs web”.

Jadi, setiap halaman bisa dioptimasi dengan kata kunci berbeda. Tapi hal itu harus tetap disesuaikan dengan topik dari kontennya. 

Nah, sekarang mari kita bedah satu per satu faktor yang mempengaruhi SEO.

#1. Crawlability

Sumber: Search Engine Journal

Seperti yang sudah sedikit dibahas di atas, mesin pencari melakukan crawling untuk mencari konten yang relevan dengan kata kunci.

Sebenarnya Google memiliki beberapa cara untuk menemukan konten baru di internet. Tapi crawling jadi metode utamanya.

Sebagai pemilik web, kamu harus mengkondisikan web mu supaya mudah di-crawling oleh Google. 

Beberapa hal ini bisa kamu lakukan untuk meningkatkan crawlability:

  • Mendaftarkan web ke Google search console. Hal ini untuk memasukan web ke index Google. Pastikan dulu web mu sudah mobile friendly.
  • Buat sitemap xml di Google search console. Hal ini untuk memberitahu Google tentang struktur web mu dan update halaman baru. 
  • Gunakan internet link untuk menghubungkan antar postingan web.
  • Pastikan link di iklan, link di komentar, atau jenis link yang tidak sesuai pedoman, untuk tidak diikuti oleh Google (menerapkan tag no follow). 

Nah, kamu juga harus waspada. Ada beberapa hal yang bisa menghalangi kerja crawler Google di web mu, diantaranya:

  • Web tidak memiliki link internal. 
  • Link  internal di setting dengan tag nofollow. Hal ini akan memblokir Google untuk merayapi link tersebut. 
  • Halaman hanya memiliki link internal dari halaman noindex.  Halaman noindex dibuat untuk mengecualikan halaman dari indeks Google. Caranya dengan menyematkan tag meta noindex. 
  • File robots.txt di manipulasi sehingga ada sejumlah halaman yang diblokir.  Robots.txt sendiri merupakan file teks yang berfungsi untuk memberi tahu Google berbagai halaman atau tempat yang boleh dan tidak boleh ditelusuri. Jika ada halaman yang diblokir melalui file tersebut, Google tidak akan bisa menelusurinya. 

Beberapa hal tersebut harus diwaspadai. Kamu bisa menggunakan tools audit SEO untuk mengetahui bagaimana kondisi web mu. Apakah terdapat masalah seperti hal tersebut atau tidak.

#2. Mobile Friendly

apa itu seo
Sumber: Freepik

Setiap tahun, pengguna perangkat mobile terus meningkat. Google mencatat bahwa 63% pencarian di Google menggunakan perangkat mobile. 

Menyikapi trend tersebut, Google memasukan responsivitas web jadi salah satu faktor SEO. Keputusan tersebut dibuat pada tahun 2016.

Jadi untuk setiap pencarian menggunakan perangkat mobile, Google akan mengutamakan web yang mobile friendly. 

Pada tahun 2018 Google mulai memprioritaskan indexing pada web yang mobile friendly. Jadi sejak saat itu, Google mengacu pada versi mobile untuk melakukan indexing dan menentukan peringkat.

Adobe menemukan sebuah statistik bahwa 8 dari 10 konsumen akan keluar jika konten tidak ditampilkan dengan baik pada perangkat yang mereka gunakan.

Dengan kata lain, mayoritas pengguna internet akan keluar saat versi desktop muncul ketika mereka melakukan akses menggunakan perangkat mobile.

Maka dari itu, jangan sampai kamu mengesampingkan hal ini. Kamu harus memperhatikan theme yang diaplikasikan pada web milikmu. Pastikan web mu sudah responsif dan bisa diakses di berbagai jenis layar.

Cara memeriksanya cukup mudah. Google sudah menyediakan platform pengujian yang bisa diakses di sini.

#3. Pagespeed

apa itu seo
Sumber: Freepik

Performa web sangat mempengaruhi peringkatmu di hasil penelusuran. 

Google ingin setiap usernya terpuaskan. Maka dari itu Google akan memprioritaskan web yang performanya lebih baik.

Pagespeed atau kecamatan loading/pemuatan merupakan salah satu faktor yang menunjukan performa web. 

Pagespeed seringkali terlupakan oleh pemilik web atau blog. Beberapa bahkan beranggapan di era sekarang perbedaan kecepatan loading sudah tidak terlalu signifikan.

Pada kenyataannya, masih ada beberapa web yang mengalami kendala dan menghasilkan loading yang lama.

Lebih baik periksa dulu pagespeed webmu di sini. Kemudian lakukan review dan optimasi hal tersebut. Pastikan pagespeed web mu optimal baik di perangkat desktop maupun mobile.

#4. Keyword Research

apa itu seo
Sumber: Freepik

Ketahui dulu pembahasan apa yang ingin dioptimasi. Kemudian identifikasi kata kunci yang digunakan oleh orang-orang untuk mencari tahu tentang pembahasan yang sudah kamu targetkan.

Gunakan tools untuk memudahkan prosesnya. 

Tools yang kamu gunakan akan memberikan sejumlah informasi tentang kata kunci yang banyak dicari, detail volume nya, dan beberapa detail informasi lain.

Saat menginput kata kunci, biasanya akan muncul sejumlah referensi lain. Hal tersebut bisa dijadikan acuan untuk menilai “apa yang sebenarnya dibutuhkan atau ingin dicari tahu oleh audiens”.

#5. Search Intent

apa itu seo
Sumber: Freepik

Apa itu search intent. Oke, berikut ini akan saya berikan sedikit gambaran.

Misalnya kamu menginput kata kunci “sepeda lipat” dan “perawatan sepeda lipat”. Sekilas, kedua kata kunci tersebut sangat mirip. Hanya berbeda 1 kata. 

Tapi user yang menginput kata kunci tersebut tentu saja memiliki maksud yang sangat berbeda. 

Kata kunci “sepeda lipat” merujuk pada produk. Sedangkan “perawatan sepeda lipat” merujuk pada tips perawatan. 

Google akan memberikan hasil pencarian berdasarkan motif dari kata kunci yang diinput user.

Nah, kamu perlu memahami cara kerja search intent ini untuk bisa memilih kata kunci yang tepat. Kata kunci yang dipilih untuk mengoptimasi halaman harus relevan dengan isi kontennya.

Kamu bisa melakukan riset keyword dengan bantuan tools seperti Ahrefs Keyword Explorer. Setelah menemukan keyword yang sesuai, beberapa hal ini bisa jadi acuanmu untuk membuat konten:

  • Jenis konten. Pada hasil pencarian, seperti apa jenis konten yang dominan. Apakah postingan blog, halaman produk, atau jenis lainnya. 
  • Format konten. Seperti apa format konten yang paling unggul. Apakah berupa “how to”, listicle, tutorial, opini, atau jenis lainnya.
  • Angle. Hal ini berkaitan dengan topik atau selling point yang paling umum digunakan. Hal ini bisa jadi insight yang berguna untuk merumuskan kebutuhan user.
  • Keberadaan fitur snippet. Perhatikan hasil pencarian, adakan fitur snippet yang dimunculkan. Hal ini juga bisa jadi insight yang sangat penting.

Dengan demikian keyword yang dipilih dan jenis konten yang dihadirkan bisa sejalan dengan kebutuhan user.

#6. Backlink

apa itu seo
Sumber: Freepik

Algoritma PageRank jadi salah satu fitur utama milik Google untuk menentukan peringkat pada hasil pencarian. Algoritma ini diciptakan untuk memperbaiki celah pada algoritma sebelumnya (meta keyword, meta description, dll).

Pada algoritma PageRank, penentuan peringkat dilihat berdasarkan popularitas atau seberapa penting sebuah situs web. Indikator utamanya adalah link yang merujuk pada situs tersebut.

Jadi penjelasan sederhananya, Google menganggap backlink ibarat sebuah suara pada voting. Halaman dengan vote paling banyak, dianggap lebih penting dan populer sehingga peringkatnya akan lebih tinggi.

Ada beberapa jenis backlink. Setiap jenis backlink memiliki kualitas yang berbeda. Semakin banyak backlink berkualitas yang berhasil kamu dapatkan, ranking mu bisa lebih cepat naik. 

Beberapa waktu lalu, banyak orang yang akhirnya mengakali sistem ini dengan membuat backlink dari situs khusus yang hanya berisi sebuah link.

Sekarang, cara curang seperti itu sudah tidak lagi bekerja. Google akan menganggap hal tersebut sebagai spam. Web yang masih menjalankan praktek semacam ini bisa mendapat sanksi serius.

Proses untuk membangun link atau backlink biasa disebut dengan istilah link building.

Strategi link building tidaklah mudah. Pasalnya, berdasarkan ketentuan Google, backlink harus bersifat natural. Hal ini sangat sulit untuk didapatkan.

#7. Authority

apa itu SEO
Sumber: Freepik

Di atas sudah sedikit disinggung bahwa setiap backlink memiliki kualitas yang berbeda.

Salah satu yang menentukan kualitas backlink adalah website yang memberikan backlink. Jika website tersebut masuk kategori otoritas tinggi, kualitas backlink nya akan lebih baik. 

Ada sejumlah tools yang bisa dimanfaatkan untuk mengetahui tingkat otoritas sebuah domain. Pada setiap tools, otoritas sebuah domain diukur dengan angka antara 0-100.

Pada saat link building, kamu bisa menyasar domain dengan otoritas tinggi untuk bisa memberikan backlink. Tapi jangan kesampingkan tipe backlink lain.

Pada saat link building, kombinasikan backlink dari domain otoritas tinggi dan blog biasa. Hadirkan links do follow dan no follow. Hal tersebut akan terlihat lebih natural dan Google tidak akan melihatnya terindikasi spam.

Hal yang perlu digaris bawahi dalam melakukan link building adalah relevansi. Perhatikan relevansi antara web yang memberikan backlink dengan web mu. Pastikan linknya kontekstual dan tidak dibuat serampangan.

Semakin baik proporsi backlink yang dimiliki web mu, otoritas domain mu juga bisa meningkat.

Selain backlink, link internal juga perlu kamu perhatikan. Hal ini juga berkontribusi terhadap otoritas domain mu.

Link building cukup sulit jika diterapkan pada halaman produk. Jadi saya sarankan untuk mengoptimasinya di postingan blog.

#8. Content Quality

apa itu seo
Sumber: Freepik

Google selalu ingin menghadirkan konten yang berguna bagi usernya. Google ingin menjaga kepercayaan user dengan menghadirkan konten yang andal dan bisa menjawab masalahnya.

Jadi jika selama ini konten yang kamu buat masih sembarangan, lebih baik diperbaiki. Kualitas konten tidak bisa dikesampingkan. 

Hal tersebut tidak hanya berpengaruh terhadap SEO, tapi juga kepuasan audiens. Audiens yang puas dengan konten dari web mu akan membawa mereka kembali.

Percuma jika web mu berhasil masuk ranking teratas tapi trafik yang dihasilkan tidak berkualitas. Padahal selain kuantitas, profil kualitas trafik juga sangat penting.

Untuk menilai kualitas dari sebuah konten, Google menerapkan beberapa pertimbangan, yaitu: 

  • Expertise. Hal ini berkaitan dengan siapa yang membuat konten. Apakah pembuat konten adalah seorang ahli. 
  • Authoritativeness. Bagaimana otoritas kreator, website, dan otoritas konten itu sendiri juga jadi pertimbangan Google untuk menilai kualitas konten. 
  • Trustworthiness.  Berhubungan dengan  seberapa terpercayanya sebuah konten.  

Google menyebut ketiga hal tersebut secara kolektif dengan istilah EAT

Secara sederhana, EAT itu menyatakan bahwa sebuah konten berkualitas seharusnya ditulis oleh seorang ahli atau setidaknya seorang praktisi. Dengan demikian setiap informasi yang diberikan tidak menyesatkan.

Selain meningkatkan kualitas isi konten, ada beberapa aspek dalam konten yang juga bisa dioptimasi.

Beberapa aspek berikut ini bisa meningkatkan persepsi kualitas kontenmu.

  • Kalimat yang digunakan lebih baik pendek saja. Setiap paragraf maksimal 3 kalimat atau 4 baris. Satu paragraf hanya 1 kalimat juga tidak masalah. Pendekatan pada konten web berbeda dengan konten essay. 
  • Jika memang ada sumber yang berguna, buat tautan ke situ. Utamakan audiens. Jika hal tersebut bisa membantu mereka, tidak ada salahnya memberikan link dari sumber lain. 
  • Sematkan gambar atau kutipan untuk membuat konten lebih nyaman dibaca. 
  • Gunakan struktur heading dengan tepat pada konten. Hal ini untuk memudahkan pembaca memahami setiap poin pembahasan. 
  • Update konten. Beberapa pencarian membutuhkan informasi terupdate. 

Membuat konten yang berkualitas tidaklah mudah. 

Konten harus ditulis dengan informasi yang jelas, presentasi yang menarik, dan penjelasan yang sederhana.

Saya masih terus berlatih untuk bisa memberikan konten yang berkualitas. Jika kamu ingin hasil yang optimal, jangan berhenti berlatih dan tambah terus pengetahuanmu.

#9. On Site Optimization

apa itu seo
Sumber: Freepik

Sebuah konten yang berkualitas akan sia-sia jika tidak ditemukan oleh audiensnya. Maka dari itu, sebuah konten juga perlu dioptimasi.

Beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mengoptimasi sebuah konten diantaranya:

  • Keyword. Meletakan kata kunci di dalam konten merupakan suatu hal yang krusial. Jika kamu menggunakan tools SEO di WordPress, jumlah kata kunci yang direkomendasikan biasanya akan diberitahu. Jumlahnya biasanya tidak terlalu banyak jadi tidak terindikasi sebagai spam.
  • Tag Judul. Tag judul merupakan judul yang muncul pada hasil penelusuran Google. Panjang tag judul yang direkomendasikan maksimal 60 karakter. Jangan lupa sematkan kata kunci dan gunakan kata-kata yang menarik untuk di klik.   
  • Deskripsi Meta. Ini adalah sebuah deskripsi yang terlihat di hasil penelusuran. Jelaskan apa yang kamu bahas dalam artikel dalam 45 – 60 karakter. Jangan lupa sematkan kata kunci.
  • Atribut Alt. Pada setiap gambar yang disematkan dalam konten, perlu diberi atribut alt. Atribut alt harus mengandung kata kunci.
  • Struktur URL. Masukan kata kunci dalam struktur URL. Struktur URL tidak perlu terlalu panjang.

Kesimpulan

Konten yang menempati posisi terbaik di SERP berpotensi menghasilkan traffic organik dalam jumlah besar. Hal ini sangat berharga untuk positioning bisnismu di ranah online. 

SEO sangat dibutuhkan untuk bisa mencapai hal tersebut. SEO dihimpun dari beberapa optimasi kecil di berbagai sisi situs web. Setiap optimasi kecil tadi saat digabungkan bisa memberikan dampak besar.

Untuk bisa menjalankan strategi SEO, butuh pengetahuan dasar tentang bagaimana mesin pencari bekerja. Mengenal algoritma mesin pencari dalam melakukan crawling, indexing dan membuat peringkat. 

Mengacu pada pengetahuan tersebut, kamu bisa merumuskan strategi SEO yang paling tepat untuk situs web mu.

Artikel di atas sudah menghimpun beberapa hal yang perlu dilakukan dalam menjalankan strategi SEO. Kamu bisa mempraktekannya sendiri di situs web mu.

Semoga artikel ini bisa jadi panduan yang mudah dipahami dan bermanfaat.