Apa itu Hosting?

Share
Comment 0 reply
Apa itu Hosting?

Semua blog saya saat ini menggunakan CMS WordPress.org, dan jika kita ingin memakai CMS tersebut maka kita membutuhkan hosting.

Hosting menjadi komponen yang sangat vital dalam blog. Karena jika kita salah memilih hosting, maka akibatnya akan sangat fatal untuk blog kita.

Semoga setelah membaca tulisan ini, kamu jadi paham apa itu hosting dan jenisnya.

Apa itu Hosting?

Hosting adalah tempat untuk menyimpan semua data yang ada di blog kamu, misalkan script, plugin, tulisan, gambar, video, dan lainnya.

Ketika ada orang yang mengunjungi blog kamu, maka data yang ada di blog kamu langsung ditampilkan.

Jadi logikanya ketika kamu tidak punya hosting, maka data blog tidak akan muncul dan tidak bisa diakses oleh pengunjung. Karena blog kamu tidak punya tempat untuk menyimpan data.

Apa aja sih Jenis-Jenis Hosting?

Setidaknya ada beberapa jenis hosting yang umum digunakan, yaitu:

  1. Shared hosting
  2. Dedicated Hosting
  3. VPS Hosting
  4. Cloud Hosting

Masing-masing dari jenis hosting ini mempunyai kelebihan dan kekurangan. Biasanya para pemula menggunakan shared hosting untuk memulai karirnya di dunia blogging.

1. Shared Hosting (Rumah Kontrakan)

Shared Hosting

Pemula biasanya menggunakan shared hosting ini, alasannya karena murah dan mudah.

Shared hosting adalah satu hosting yang digunakan oleh beberapa client/blog. Nah karena satu hosting dipakai untuk beberapa client, maka biayanya jadi murah.

Analoginya persis seperti kamu mengontrak rumah. Jika mengontrak rumah sendiri, maka biayanya mahal.

Tetapi jika mengontrak rumah rame-rame, maka biayanya jadi lebih murah karena biaya dibayar bersama.

Kelebihan:

  • Biaya murah
  • Penggunaan lebih mudah
  • Cocok untuk blog kecil
  • Control panel user friendly
  • Maintenance dikelola penuh oleh penyedia hosting

Kekurangan:

  • Akses blog menjadi lambat karena server sering down
  • Resource server tidak dibagi rata untuk setiap client
  • Banyak batasan penggunaan resource yang ada
  • Satu server bisa terkena gangguan malware jika satu akun bermasalah
  • Tidak bisa seenak wudel install software yang diinginkan
  • Keamanan kurang karena rentan terjadi penyalahgunaan akses dan fitur

2. Dedicated Hosting (Rumah Pribadi)

Dedicated Hosting

Hosting yang ini biasanya dipakai oleh para Sultan.

Jika shared hosting dipakai untuk beberapa client, maka dedicated hosting hanya diapakai oleh satu client saja.

Biasanya hosting ini dipakai untuk blog/website dengan trafik yang sangat besar, misalnya seperti e-commerce atau sistem perusahaan.

Analoginya, dedicated hosting ini cocok buat kamu yang pengin punya tempat yang luas tapi tidak pengin ribet mengaturnya.

Kelebihan:

  • Akses penuh, sehingga bisa utak-atik seenak wudel
  • Aman, jika ada kerusakan server maka jadi tanggung jawab penyedia hosting
  • Efektif, tidak perlu pengawasan server secara fisik. Tinggal remot aja

Kekurangan:

  • Biaya mahal, tidak rekomended buat pemula
  • Dibutuhkan skill yang Advanced, harus paham dulu kinerja dan cara kontrol server

3. VPS Hosting (Kos-kosan)

VPS Hosting

Kalau kamu pengin punya hosting pribadi tetapi tidak mau yang semahal dedicated hosting, maka bisa pilih VPS (Virtual Private Server) Hosting.

VPS hosting itu berada di antara shared hosting dan dedicated hosting.

Analoginya itu VPS hosting kaya kos-kosan. Rumah kos umumnya punya banyak kamar buat disewa, nah kamu cukup nyewa 1 kamar aja dan tidak perlu nyewa satu bangunan kosan sekaligus.

Tetapi sebelum kamu pakai VPS hosting, kamu harus paham dulu cara menggunakannya.

Kelebihan:

  • Lebih cepet dan handal dibanding shared hosting
  • Akses superuser (root) ke server
  • Mudah untuk di upgrade
  • Harga murah (menurut saya)

Kekurangan:

  • Perlu pengaturan server khusus
  • Tidak user friendly seperti shared hosting dan dedicated hosting
  • Jika terjadi kegagalan hardware maka akan mempengaruhi semua VPS dalam sebuah server.
  • Instalasi dan manajemen perangkat lunak yanglebih rumit.

Saya pribadi pakai VPS hosting.

4. Cloud Hosting (Juragan Rumah)

Cloud Hosting

Cloud hosting cukup booming akhir-akhir ini. Pada prinsipnya, cloud hosting menyimpan blog kamu di beberapa server virtual.

Jadi ketika satu server mati, maka server yang lain bisa menggantikan dan membuat blog kamu hidup.

Analoginya kaya kamu punya banyak rumah. Kalau satu rumah rusak, maka bisa tinggal di rumah yang lain.

Kelebihan:

  • Resiko kehilangan data sangat kecil
  • Kapasitas yang besar
  • Harga terjangka
  • Bisa akses data dengan lebih fleksibel
  • Kemungkinan downtime kecil

Kekurangan:

  • Pelayanan server cloud kurang maksimal, setiap server cloud mempunyai kemampuan berbeda, kamu perlu konsultasi pada teknisi penyedia hostingnya dulu.
  • Harus hati-hati saat penyesuaian server cloud dengan penyimpan data
  • Perlindungan privasi yang kurang karena data akan terkumpul di cloud provider, orang lain bisa saja mengakses data milik kamu

Kalau udah paham dengan hosting, kamu juga wajib paham dengan domain.

Artikel Lainnya
Mungkin kamu juga suka artikel ini.